Minggu, 07 Juni 2015

Bukan Siapa, tapi Apa Saat Ini

Kalau diinget - inget, sakit banget. Ini cerita mengesankan waktu SMP.
Dulu waktu gua masih duduk di bangku SMP, temen sebangku gua dari kelas 7, yang kemana-mana barengan, berasa menjauh dan hilang saat kita mulai naik kelas 8.
Sebenernya semua ini berawal sejak dia udah jadi bagian dari salah satu grub dance sekolah yang terdiri dari 6 gadis, yang mayoritas anak-anak orang kaya, modis, cantiknya sih relatif (tergantung gen masing-masing), dan yang pinternya juga relatif  menurut gua (tergantung kapasitas otak masing-masing). Tapi sayang mereka orang-orang pemilih yang selektif, sehingga upik abu seperti kaum gua ini gk pantes bersentuhan sama mereka, kalau kaum gua memaksakan diri untuk menjadi bagian dari mereka, yang ada kayak gini :

Gua masih inget gimana cara 6 gadis ini menjauhi, menyindir dengan halus (ironi), dengan sisi lain berusaha menyingkirkan dan akhirnya sangat jauh, bahkan temen sebangku gua cenderung malu, dan gk mau kenal gua.
Tapi waktu itu gua cuma bisa diam, banyak yg curiga sih, kenapa kita gk sama - sama lagi.
Tapi gua gk mau menanggapi mereka, mereka udah bisa menyimpulkan sendiri kok (soalnya itu udah terlihat jelas)
Dan ada yang gua sesali waktu SMP, gua pernah termakan gosip - gosip murahan yang kalian sebar, cuma gara - gara kalian gk suka ngeliat si ***** banyak dideketi sama temen - temen cowok kalian. Gua baru sadar tingkah kalian ini kampungan, meskipun kelihatannya kalian orang yang waaah…tapi ternyata weehh….!!
Dan kalian tahu apa..?? si ***** ini adalah salah satu orang yang bisa nrima gua apa adanya saat gua berhasil kalian singkirkan. Gua minta maaf ya *****...??

Dan masih ada lagi cerita yang lebih mengesankan (ini masih ada kaitannya ama cerita di atas sih), sosok yang seharusnya jadi panutan,
setiap perkataannya harus dijaga dengan hati-hati sehingga tidak menyakiti perasaan orang lain,
dan setiap tingkah lakunya bisa dijadikan contoh bagi anak didiknya,
ternyata sosok ini berhati sama dengan kalian, hanya karena melihat fisik dan merasa tidak suka, dia melakukan usaha-usaha yang sama seperti yang telah kalian lakukan sebelumnya ke gua.
Gua masih inget alasan-alasan yang kalian argumenin buat nyingkirin gua,
1. Yang kurang lemes ngikutin gerakkan lah..
2. Yang gk bisa beberapa gerakkan lah…
(helloo...please deh, kalian cuma ngasih gua kesempatan satu kali guys...!! Tapi ya udah lah, dari raut muka dan cara berpikir kalian gua udah tahu, kalian bakal ngelakuin apa aja buat gk mengikut sertakan gua ke grub kalian. Dan kalian tahu apa, gua gk peduli dan gua juga gk butuh. Okey, gua emang ikut latihan di hari pertama kalian latihan, tapi gua ikut karena gua diminta ikut sama temen sebangku gua yang akhirnya menjadi bagian dan temen deket kalian atau apalah sebutannya waktu itu “best friend”) gua udah ikhlasin itu semua.
Tapi alasan berikut ini yang bikin gua benci dan menyimpan dendam sama kalian bahkan sosok di atas tadi.
Ini alasan yang keluar dari sosok di atas :
1. Ya, pokoknya cari yang bersih
2. Putih
3. Cantik
4. Gaya
(okey...meskipun sosok ini gk tahu kalau gua gk jadi bagian dari grub 7 gadis, tapi secara tidak langsung sosok ini udah nyindir gua dan untuk antisipasi supaya 7 gadis di atas gk mengikut sertakan gua…itu keliatan banget dari lirikan mata yang dijatuhin ke gua waktu itu…) dan sekali lagi gua cuma bisa diem.

Dan gua baru tahu kalau tindakan mereka waktu itu termasuk dalam tindakan bullying.

Tapi g’pp, semua perlakuan yang gua dapet di SMP, bisa gua jadiin motivasi (tapi yang positif, bukan berarti melakukan tindakan bullying kepada sesama, tetapi bertindak sebaliknya) karena dari kejadian itu, gua bisa jadi seperti ini.
Menjadi seseorang yang tetap mengasihi sesama, memandang mereka sama dengan gua, berusaha untuk tidak menyakiti perasaan orang lain, dan yang paling penting tetap ingat dengan orang-orang didekat gua (entah mereka yang bersifat menyuport atau hanya kagum dan bahkan mereka yang memusuhi gua) rasanya gk seru hidup ini kalau gk ada orang-orang seperti mereka dan dengan berbagai karakter yang mereka miliki.
So guys, buat semua perlakuan kalian ke gua waktu itu, thanks…!! Ternyata itu pukulan keras yang menyadarkan gua kalau gua bukan siapa-siapa, tapi pukulan itu membuat gua bangkit dan berusaha untuk menjadi apa dihidup gua ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar